titel.

WIZZEND CErEATION (BAYU WISNAWA) STIKOM BALI ALWAYS THE FIRTS

Wizzend Creation

Nama lengkap: I Putu Gede Bayu Wisnawa (Wizzend) Alamat : Jl.Seroja no 40 Denpasar,Tonja,Br SENGGUAN. Hobi : Futsal dengan teman-teman!! (HARAT F.C) HP : 081916548404 JANGAN LUPA ADD MY FACEBOOK (www.wizzend@yahoo.com)

Rabu, 06 Juli 2011

Pura Di Eropa(PURA BHUANA SANTI BELGIA)

Perayaan Saraswati 23 April di Pura Agung Santi Bhuana Belgia
Posted by Adnyana under Pura di Eropa






Saniscara umanis wuku watugunung tangal 23 April 2011 seperti biasa umat Hindu dimanapun berada dibelahan bumi ini merayakan hari turunnya ilmu Pengetahuan atau lebih sering kita kenal dengan Hari Saraswati. Perayaan Saraswati di Eropa seperti biasa di pusatkan di Pura Agung Santi Bhuana Belgia yang juga merupakan hari pawedalan Pura Agung Santi Bhuana Belgia.



Perayaan kali ini berlangsung sedikit berbeda dari perayaan-perayaan Saraswati sebelumnya yang berlangsung di Pura ini. Dari sisi phisik bangunan Pura terdapat perubahan pada halaman Pura di Utama Mandala dan Madya Mandala yaitu dibuatnya Kolam yang di penuhi dengan tumbuhan Lotus (bunga teratai). Oleh karenanya pada perayaan kali ini di laksanakan juga upacara pecaruan dan pemlaspasan dengan maksud untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan. Disamping itu juga perayaan Saraswati kali ini tidak hanya di dominasi dengan persembahyangan bersama antar umat sedharma tapi juga di sisipkan dengan pementasan tari-tarian Bali dan di akhiri dengan prosesi “mepeed” keliling taman Parc Paradisio dengan maksud untuk “berbagi informasi” memperkenalkan kebudayaan kita kepada para pengunjung umum, sejalan dengan makna dari hari Raya Saraswati turunnya Ilmu Pengetahuan. Secara keseluruhan upacara di bagi menjadi 2 bagian. Di pagi hari dilaksanakan upacara ke agamaan (Upacara Mecaru, Melaspas, Piodalan Pura, dan Persembahyangan Saraswati) yang di peruntukkan bagi umat Hindu dan dilaksanakan di halaman Utama Mandala dan Madya Mandala. Di siang hari setelah selesainya istarahat makan siang di langsungkan pementasan tari-tarian yang di peruntukkan bagi seluruh pengunjung Taman Paradisio.

Jalannya Upacara Keagamaan

Persembahyangan yang di hadiri oleh sekitar 250 umat hindu dari Belgia, Jerman, Perancis, Belanda, Swiss, Norwegia di laksanakan sekaligus di Utama Mandala dan di Madya Mandala. Klian Banjar Santi Dharma Belgia / Luxembourg memberikan sambutan selamat datang kepada seluruh umat yang hadir. Selanjutnya atas petunjuk Pinandita Sutiawijaya yang memimpin jalannya upacara meminta seluruh umat untuk menyanyikan Kidung Wargasari. Tari Rejang Dewa yang bermakna sebagai penyambutan Ida Bhatara dari Kahyangan turun ke Mercapada untuk melinggih di Pura Agung Santi Bhuana, di tarikan secara berjejer oleh para wanita yang menari diatas pijakan kolam. Sesegera setelah tari rejang dewa usai persembahyangan pun di mulai dengan Tri Sandya dan Manca Puspa.

Jalannya Program Kesenian

Dengan maksud untuk mengimplementasikan makna ajaran Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan, panitia perayaan mencoba mengimplementasikannya dengan “berbagi” ilmu pengetahuan tentang dasar gerakan tari bali. Penjelasan Tari Bali disampaikan oleh seniman serba bisa yang juga Klian Banjar Dharma Santi Belgia Made Agus Wardana kepada pengunjung umum yang memadati Madya Mandala Pura. Kolaborasi dari group gamelan Saling Asah Belgia dan group gamelan Bali Puspa Koln sungguh memukau penonton yang hadir. Dentingan suara gamelan bali yang mengiringi setiap tarian membawa pikiran penonton seperti sedang berada di Bali. Diversifikasi tarian yang ditampilkan yang di awali dengan tari wali Barong dan Rangda yang menampilkan kesan magis, di ikuti dengan tari penyambutan Sekar Jagat yang melambangkan keindahan bunga bumi dan di akhiri dengan penampilan tari klasik tari Legong Keraton membuat penonton yang hadir sangat terkesima dengan keanekaragaman tarian bali yang penuh warna dan penuh makna. Terlihat dari sekian banyak penonton, selain terdapat Mr. Eric Domb (pendiri dan temili Pura Agung Santi Bhuana) tampak juga terdapat Duta Besar Indonesia di Belgia Bapak Arif Havas Ogroseno.

Setelah selesainya program kesenian, acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi “Mepeed” membawa seluruh banten upakara mengelilingi area taman Parc Paradisio. Iring-iringan umat Hindu yang membawa banten di ikuti dengan Barong dan Rangda serta gamelan Bleganjur sungguh membuat pengunjung taman Parc Paradisio seperti sedang berada di Bali sehari. Kemurahan hati umat Hindu dalam „berbagi“ atraksi hiburan kepada pengunjung umum semakin melengkapi makna dari perayaan hari Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan yang tidak hanya di peruntukkan untuk diri kita sendiri tapi juga dengan berbagi pengetahuan (informasi) kepada orang lain.

Harapan

Memaknai hari raya Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan yang kita rayakan di Pura yang megah seperti Pura Agung Santi Bhuana, mungkin sudah selayaknya untuk kita optimalkan dengan mengisi hari itu tidak hanya dengan rutinitas persembahyangan biasa (Tri Sandya dan Manca Puspa) melainkan juga dengan berbagi pengetahuan dengan berdiskusi interaktif lewat Dharmawacana yang yang bisa menambah pengetahuan kehinduan kita semua. Kemurahan hati dalam berbagi adalah wujud dari dharma, yakni berupa pemberian / dana. dan Svami Vivekananda menyatakan ada tiga (3) hal yang patut didermakan yaitu:

Dharmadana ( memberikan budi pekerti yang luhur untuk merealisasikan ajaran agama ).
Vidyadana ( memberikan pengetahuan )
Arthadana ( memberikan materi yang dibutuhkan walaupu sedikit asalkan didasari hati yang tulus iklas dan diperoleh atas dasar dharma ).

Dari ketiga macam dana punya yang menduduki kedudukan paling penting / paling tinggi adalah Dharmadana yang menengah Vidyadana terakhir Arthadana. Demikian disampaikan oleh Swami Vivekananda, oleh karena itu, di hari raya Saraswati dan pawedalan Pura Agung Santi Bhuana yang akan datang, penulis akan mencoba memvoulenteerkan diri untuk memberikan Dharmawacana di sela-sela upacara persembahyangan sedang berlangsung.


1 komentar :

Luh Pratidina mengatakan...

Om Swastiastu..

Saya Luh Pratidina, mahasiswa di Rotterdam Belanda. Saya mau tanya, Kuningan bulan Juli 2015 ini apakah ada perayaan di Pura Buana Santi?
Karena saya rencananya mau ikut beribadah disana. Mohon informasinya, karena ini tahun pertama saya kuliah, jadi belum pernah tau bagaimana umat Hindu di Eropa biasa beribadah.

Matur Suksma.

:)

Posting Komentar